Music

Banda Neira: Berjalan Lebih Jauh

20141222_142627

Banda Neira merupakan duo akustik folk yang terdiri dari Rara Sekar (vokal & xylophone), seorang aktivis sebuah LSM di Ubud dan Ananda Badudu (vokal & gitar) seorang wartawan sebuah media nasional yang juga cucu dari sastrawan J.S Badudu. Pada awalnya, Saya mengenal Banda Neira ketika acara konser amal untuk korban gunung Sinabung awal tahun 2014 silam di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Melihat penampilan duo folk ini membawakan satu per satu lagu dengan santai dan aransemen yang minimalis tanpa perlu teknik musikalitas tingkat tinggi membuat Saya jatuh hati, ditambah permainan lirik-lirik puitis dan penuh makna. Usai acara, Saya langsung mencari-cari soundcloud mereka sampai akhirnya baru-baru ini Saya berhasil membeli albumnya yang sulit sekali diperoleh.

Dibuka dengan lagu pertama berjudul sama dengan album mereka, “Berjalan Lebih Jauh” yang riang dan bertempo cukup cepat seakan meminta kita untuk bangun dari tidur dan pergi menjelajah dunia dengan menelaah keseluruhan lagu pada album ini. Lalu disusul dengan 3 lagu favorit Saya yaitu, “Di Atas Kapal Kertas”, “Ke Entah Berantah” dan “Esok Pasti Jumpa (Kau Keluhkan)” yang dibawakan dengan gitar akustik sederhana ditambah dengan suara dentingan xylophone dan impersonisasi terompet ala-ala Erlend Oye membuat Saya ingin mendengarkannya terus menerus. Kemudian lagu “Hujan Di Mimpi”, “Kisah Tanpa Cerita” dan “Di Beranda” yang penuh lirik-lirik dengan metafora ringan, “Senja di Jakarta” yang bernuansa retro nan riang.  Kemudian 2 lagu terakhir yang didedikasikan untuk korban kerusuhan Mei 1998 berjudul “Rindu” yang merupakan hasil musikalisasi puisi Subagio Sastrowardoyo, menceritakan isi hati dan perasaan keluarga korban khususnya Ibu Nurhasanah yang kehilangan anaknya saat itu, dan lagu berjudul “Mawar” yang menyelipkan puisi karya Widji Thukul berjudul “Sajak Suara” untuk para korban penculikan dan penghilangan paksa.

Secara keseluruhan, album Berjalan Lebih Jauh oleh Banda Neira ini sangat recommended untuk didengarkan karena memiliki rangkaian lirik-lirik puitis yang tidak picisan dan dibalut dengan aransemen sederhana dan minimalis, serta vokal merdu dari Rara Sekar dan Ananda Badudu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s