Gigs, Music

Arthur’s Day 2013: Mew Yang Selalu Dinanti

Pada Sabtu tanggal 26 Oktober 2013 lalu, bertempat di PRJ Kemayoran Jakarta, salah satu produsen minuman beralkohol papan atas mengadakan sebuah perhelatan musik tahunan yang turut mengundang band-band internasional seperti One Republic, Mew dan Club 8. Mew? yes Mew! kalau bukan karena Mew mungkin saya lebih memilih untuk guling-gulingan saja di rumah! haha. Bersama dengan kedua teman saya yang juga penikmat Mew, kami datang sedikit terlambat, ditambah antrian masuk yang mengular panjang, akibatnya kami hanya mendapatkan sedikit saja penampilan dari Club 8, duo indie pop asal Sweden yang beranggotakan Johan Angergard dan Karolina Komstedt (konon katanya menjadi inspirasi band Sore dalam menciptakan lagu “karolina”).

Setelah penampilan Club 8, kini giliran band asal Amerika One Republic unjuk gigi. Mungkin karena Saya tidak begitu tertarik dengan band-band Amerika, Saya bersama kedua teman saya lebih memilih untuk duduk-duduk cantik sambil berkelakar dan memperhatihan macam-macam kelakuan penonton konser saat itu. Setelah beberapa hits dibawakan dan dirasa segera berakhir, akhirnya kami memutuskan maju ke arah stage agar bisa melihat Mew lebih dekat. Seketika Saya mendengar selentingan nada yang familiar, ternyata band ini menyisipkan beberapa potongan lagu Midnight City milik M83. Bukannya senang tapi Saya malah kesal karena lagu tersebut terlalu cult untuk dibawakan band ini.

Setelah menunggu sambil berdecak-decak rasa kesal, akhirnya tibalah giliran Mew untuk tampil. Rasa kesal dan lelah itu pun langsung sirna seketika gerombolan pria asal Denmark ini naik ke atas stage dan membukanya dengan single terbaru mereka berjudul Making Friends. Permainan drum yang enerjik dari si mungil Silas, raungan gitar dari si seksi Bo Madsen dengan rambut panjangnya yang dikuncir setengah dan suara magical ala-ala peri yang khas dari Jonas Bjerre berhasil menghipnotis seluruh penonton satu venue. Lagu-lagu seperti Special, Zookeeper’s Boy, Snow Brigade, She Spider, Apocalypso, Saviors of Jazz ballet, Chinaberry Tree, Hawaii, Am I Wry, 156 membuat saya dan para penonton lainnya ikut larut dan sing along bersama, lalu ada juga lagu Circuitry of the Wolf dan New Terrain yang membuat penonton makin terbuai dan khusyu terbuai dalam nada-nada magis sampai akhirnya ketiganya pun menghilang ke balik panggung. Penonton yang belum puas saat itupun tanpa ancang-ancang memanggil mereka untuk kembali lagi ke atas panggung untuk memainkan encore. Mew pun kembali ke atas panggung dan membawakan lagu Eight Flew Over, One Was Destroyed dan yang paling pamungkas dan klimaks dinantikan semua orang, Comforting Sounds menjadi lagu penutup, membuat semua orang merinding karena suasana menjadi sangat atmospheric ditambah dengan tembakan konfeti ke udara oleh para frengers (sebutan untuk para fan-base Mew). Walaupun sebelumnya sudah dua kali ke Indonesia (JRL 2009 dan Soundburst 2011) namun Mew tetap memukau dan selalu dinanti untuk konser lagi secara tunggal di jakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s