Film

The Virgin Suicides: Potret Kemuraman Gadis Remaja 70an

 

Berawal dari mendengarkan album soundtrack oleh duo elektronik favorit Saya, Air, Saya jadi penasaran untuk menonton film yang diangkat dari novel karya Jeffrey Eugenides ini. Apalagi film ini merupakan debut pertama sutradara Sofia Coppola yang juga merupakan sutradara film Lost in Translation (Air juga mengisi Soundtrack di film ini), Saya menjadi semakin penasaran. The Virgin Suicides sendiri bukanlah film yang ringan untuk ditonton, walaupun di dalamnya ada Kirsten Dunst, A.J. Cook dan Josh Hartnett versi muda. Sofia Coppola mencoba membawa kita untuk melihat kemuraman kaum remaja suburban Amerika tahun 70-an yang tidak biasa.

Film ini bercerita mengenai keluarga Lisbon yang terdiri Mr and Mrs. Lisbon (James Wood dan Kathleen Turner) serta kelima anak perempuan mereka yang cantik, Cecilia, Lux, Mary, Bonnie dan Therese yang dibawakan melalui narasi dari anak laki-laki yang merupakan tetangga keluarga Lisbon. Para gadis Lisbon yang cantik dan penuh gairah ini memang terlihat bahagia dan menikmati hidup, namun siapa sangka kelimanya merupakan gadis-gadis depresi yang dibesarkan oleh kedua orang tua yang konservatif dan penuh kekangan. Keinginan untuk bebas dan lepas dari kekangan kedua orang tua membuat si bungsu Cecilia mencoba untuk bunuh diri dan kematian si bungsu ini akhirnya membuat Mr and Mrs. Lisbon menjadi lebih lunak, keempat anak gadisnya ini mulai diperbolehkan mengenal laki-laki. Kebebasan baru ini nyatanya membuat Lux (Kirsten Dunst), putri ketiga keluarga Lisbon, melewati batas ketika berkencan dengan Trip (Josh Hartnett), dimana keduanya melakukan hubungan sex saat pesta homecoming di sekolahnya . Apa yang diperbuat Lux ini membuat geram Mr dan Mrs Lisbon. Keduanya semakin mengekang keempat anak gadisnya dengan tidak memperbolehkan mereka keluar rumah, berhenti sekolah dan membakar semua koleksi vynil milik Lux. Hukuman ini membuat keempat gadis Lisbon semakin depresi dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri dengan tragis.

The Virgin Suicides sukses memberikan pelajaran penting bagi para orang tua dalam memberikan batas-batas dan kebebasan untuk anaknya. Coppola disini mengemas cerita secara inplisit dan penuh perenungan ditambah dengan efek warming dalam pengambilan gambar dan scoring yang pas membuat film ini sangat recommended untuk ditonton.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s