Musik

Tohpati Bertiga: Riot 2011

“Ampun!”

Pandangan saya nampak kosong namun mulut saya berdecak-decak tak karuan saat menyaksikan tiga orang lelaki handal unjuk gigi di perhelatan Java Jazz maret lalu. Saya lekas menyelidiki siapa yang berhasil melecut kuping saya. Ah ternyata! Tiga lelaki itu tidak asing! si gitaris handal Tohpati, sang pembetot bass dari SimakDialog Indro Hardjodikoro dan tak ketinggalan si ‘pembuat rusuh’ Adityo Wibowo, penggebuk drum Gugun Blues Shelter. Mereka bersekutu membuat trio Tohpati Bertiga untuk meracuni kuping Anda! Benar saja, permainan ketiga lelaki itu cukup berhasil membuat candu dan lekas menikmati albumnya lebih intim.

Mungkin saya memang bukan penggelut musik jazz secara khusus, namun musik jazz dengan sentuhan funk rock yang disajikan Tohpati Bertiga dalam albumnya yang bertajuk ‘Riot’ cukup merusuhi benak saya. Delapan lagu dengan komposisi nada-nada gitar, bass dan drum yang dimainkan dengan kemampuan dan teknik yang tinggi, siapa pula yang tidak mencak-mencak?.

Dibuka dengan track pemanasan berjudul Rock Camp berdurasi 4:42 menit cukup membuat saya Menghentakkan jari jemari saya dengan bergaya sejalan dengan permainan mereka yang penuh gaya, ah tapi kuping ini belum panas! Saya jadi penasaran dengan lagu selanjutnya. Next track  berjudul I Feel Great, emosi saya mungkin belum bermain disini namun betotan bass Indro dan gebukan drum Bowie disini seakan mempersilahkan Tohpati untuk bermain-main pada komposisi chord gitarnya sehingga lahir perpaduan nada apik pada lagu ini. Lanjut track dengan judul Bertiga cukup membuat tubuh saya tidak bisa kalem, emosi saya juga dipermainkan! Yah, lagu ini membuat tensi naik turun, permainan nada pada menit-menit dekat akhir lagu rasanya klimaks namun di-smash lagi seperti di awal, rasanya tidak paham lagi dengan apa yang mau dibawa ketiga lelaki ini pada kuping saya. Lagu selanjutnya berjudul Lost in Space yang sepertinya memerintahkan kita untuk istirahat sejenak. Tohpati dan kawan-kawan rasanya ingin minta maaf setelah sebelumnya mempermainkan emosi saya. Tunggu dulu! Ada sesuatu di menit ketiga, sesuai dengan judulnya, saya seperti dibuat tersesat di planet nan gersang, saya merasakan kemarau hingga menit kelima namun pelan-pelan dituntun kembali dengan selamat hingga ke bumi. Selamat, Bung! lagu kalian berhasil membuat saya berimajinasi!. Selanjutnya track 5, akhirnya tiba juga pada track favorit saya berjudul Upload. Awas, Bowie merusuh! Ya, disini dominasi Bowie terasa sekali, sepertinya pemuda ini ingin memamerkan skill dalam menggebuk seperangkat drum-set-nya. Tohpati dan Indro-pun dengan senang hati mempercantik permainan drum Bowie dengan skill yang juga maksimal. Kalau boleh sok tahu, saya rasa Tohpati, Indro dan Bowie masing-masing bermain dengan teknik tingkat tinggi, saya-pun terhipnotis tak berdaya dihantam bunyi-bunyian drum, gitar dan bass yang meraung-raung itu. Track berikutnya berjudul Middle East yang lebih lembut tapi cukup menyentil. Rasanya seperti pendinginan emosi namun belum boleh dingin, nah bingung kan?. Dilanjutkan dengan lagu berikutnya, Pay Attention sebagai pendinginan emosi tahap dua. Tohpati dengan petikan gitarnya seakan ingin menyampaikan kepada saya untuk tetap menyimak lagu-lagunya hingga ke track akhir, Indro dan Bowie turut memegangi saya untuk menuruti perintah Tohpati. Usaha ketiga lelaki itu tidak sia-sia, saya-pun sampai pada track terakhir berjudul sama dengan albumnya, Riot. Kalau dibilang rusuh, saya rasa Upload masih lebih rusuh namun lagu ini cukup bandel dan berisik untuk menutup album ini. Tohpati terasa sedang bereksplorasi pada gitarnya, lalu Indro datang membantu, Bowie-pun tak mau kalah untuk mencuri perhatian saya dengan bermain lebih berisik. Alhasil terciptalah lagu penutup yang penuh intrik, tapi jangan salah! Justru itu yang membuat lagu penutup ini berhasil membuat saya ingin mendengarkannya berulang-ulang sebelum akhirnya saya meng-klik tombol stop pada aplikasi pemutar lagu yang ada di alat canggih kesayangan saya ini.

Wejangan dari saya, jangan samakan ekspektasi Anda pada album ini dengan album-album Tohpati sebelumnya yang lebih lembut. Tohpati di sini ingin menggoreskan warna lain, Ia ingin mencoba untuk berontak dengan menggandeng Bowie namun tidak lepas dari partner lamanya Indro Hardjodikoro.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s